About

“Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery satu-satunya di Asia yang memiliki ±1000 spesies satwa dari berbagai Negara. Kini, setelah dilakukan pengembangan gedung yang selesai pada 23 oktober 2007, Museum & Galeri ini memiliki luas gedung 2970 m².

Museum & Galeri ini telah masuk di Record Book dan telah menerima penghargaan internasional di bidang konservasi dalam upaya pencegahan kepunahan satwaliar dunia. Menampilkan berbagai koleksi satwaliar dari yang terkecil hingga yang terbesar sesuai dengan habitatnya. Suasana yang menyenangkan, serta bangunan yang berarsitektur indah akan menyuguhkan dunia nyata kehidupan satwa liar serta lingkungan alamnya.

Pendirinya adalah penggemar olahraga berburu konservasi dan pecinta alam. Melalui Museum & Galeri ini beliau mengajak kita untuk lebih mengenal keanekaragaman satwa liar yang ada di dunia, mengenalkannya kepada anak-anak kita, sehingga kita semakin sayang dan menjaga kelestarian hidup satwa liar di dunia. Sebuah tempat yang dibangun sebagai sarana pendidikan penelitian sekaligus tempat wisata.

Prakata

Alhamdulillah setelah tanggal 14 Mei 1999 diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Juwono Sudarsono, MA. Museum & Galeri satwaliar Internasional beroperasi dengan baik.

Karena besarnya minat masyarakat atas kehadiran “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery, serta rasa cinta pada alam dan satwa, maka sejak akhir tahun 2005 hingga Oktober 2007, kami mengadakan renovasi dengan memperluas area gedung dan bukan hanya itu, kami juga menambah koleksi dan membangun fasilitas penunjang lainnya.

Saya berharap keberadaan Museum & Galeri ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat dunia luas pada umumnya sebagai tempat hiburan bersama keluarga sambil menambah ilmu pengetahuan serta wawasan terhadap satwaliar yang sudah semakin langka jenisnya, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain.

Pembangunan Museum & Galeri ini diilhami oleh kecintaan Saya pada alam serta kesungguhan Saya dalam menekuni hobby yang beresiko tinggi, memakan waktu yang cukup lama serta membutuhkan biaya tidak sedikit. Telah dapat dibuktikan bahwa jika sesuatu dikelola dengan baik serta mengikuti konsep yang jelas, tegas, pasti dan benar seperti konsep “Konservasi dengan Pemanfaatan” yang telah diterapkan oleh Safari Club International (SCI), dapat mencegah kepunahan hewan-hewan langka, sekaligus menjaga kelangsungan hidup, keseimbangan dan menambah populasi satwa liar yang merupakan kekayaan alam. Mudah-mudahan dengan bukti nyata di tempat ini bisa memberi contoh cara mencegah kepunahan hewan-hewan liar dengan konsep dari Safari Club International (SCI) tersebut.

Akhirnya tak lupa Saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karuniaNya dan kepada semua pihak yang telah membantu pembangunannya hingga selesai dan terwujudnya rencana yang telah menjadi impian Saya selama ini. Seiring harapan Saya, agar dari contoh nyata ini pencegahan punahnya hewan-hewan liar kita dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab dapat menjadi kenyataan. Untuk itu mari kita jaga dan melestarikan serta warisan kepada anak cucu.

Semoga Museum &  Galeri ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, 1 Januari 2007

DR. H. Rahmat Shah